BITUNG — Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin memproyeksikan Rindam XIII/Merdeka sebagai model bagi pusat pendidikan militer lainnya di Indonesia. Keputusan ini didasari atas hasil evaluasi langsung terhadap proses pembentukan prajurit baru yang dinilai memiliki standar kualitas tinggi.
Sjafrie menjelaskan bahwa batalyon yang sedang dibangun akan bertumpu pada peran Rindam dalam mencetak personel Tamtama dan Bintara. Menurutnya, Rindam XIII/Merdeka memiliki posisi strategis karena statusnya sebagai satuan pendidikan yang relatif baru namun mampu menunjukkan performa pembinaan yang solid.
“Saya jadikan Rindam XIII/Merdeka sebagai salah satu model. Karena ini adalah Rindam baru, jadi saya jadikan model untuk bagaimana pembentukan tamtama dan bintara,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin di Base Operations (Base Ops) Lanud Sam Ratulangi Manado, Kamis sore.
Kualitas SDM Prajurit: Temuan IQ Mencapai 134
Dalam kunjungannya ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 916 di Rusunawa Tangkoko, Kota Bitung, Menhan mengapresiasi potensi intelektual para calon prajurit. Ia menemukan fakta bahwa banyak calon Tamtama yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Hasil tes menunjukkan sejumlah calon prajurit memiliki IQ di atas 100, bahkan ditemukan personel dengan skor IQ mencapai 134. Selain aspek intelektual, Sjafrie juga mencatat banyaknya prestasi di bidang olahraga yang dimiliki oleh para peserta didik tersebut.
“Jadi saya akan perhatikan mereka, dan juga saya juga melihat prestasi-prestasi anak-anak itu di bidang olahraga cukup banyak. Ini semua akan kita perhatikan,” tutur purnawirawan jenderal bintang empat tersebut.
Prinsip Prestasi dalam Pembinaan Kekuatan Pertahanan
Menhan menegaskan bahwa penguatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada modernisasi peralatan tempur, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa sistem pembinaan di lingkungan TNI harus mengutamakan prestasi individu di atas senioritas.
Kepada para calon prajurit, Sjafrie memberikan motivasi agar memegang teguh komitmen pengabdian kepada negara. Ia mewajibkan setiap personel untuk setia kepada konstitusi serta mengutamakan kepentingan nasional Indonesia dalam menjalankan tugas ke depan.
“Saya mau yakinkan kalau memang kamu sukarela untuk mengabdi kepada negara dan bangsa, kamu harus setia kepada konstitusi, kamu harus setia kepada kepentingan nasional Indonesia,” tegas Menhan saat memberikan arahan di Bitung.