BOLMONG — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mematangkan rencana pemasangan 5.640 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di 200 desa dan dua kelurahan. Proyek infrastruktur ini menjadi prioritas untuk menjamin kenyamanan serta memicu aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pelosok.
Kepastian pembangunan ini dibahas dalam audiensi antara Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama jajaran PT PLN (Persero) Kotamobagu dan Dinas Perhubungan di Rumah Dinas Bupati, Rabu (06/05/2026). Pertemuan tersebut merancang integrasi layanan kelistrikan yang tidak hanya menyasar jalanan, tetapi juga sektor produktif warga.
Solusi Pengairan: Petani Tadah Hujan Segera Tinggalkan Genset BBM
Selain penerangan jalan, Yusra Alhabsyi mendorong PLN untuk segera mengimplementasikan program "Listrik Masuk Sawah". Inovasi ini menyasar para petani di lahan tadah hujan yang selama ini terbebani biaya tinggi akibat ketergantungan pada mesin pompa berbahan bakar minyak (BBM).
Bupati menekankan bahwa efisiensi biaya produksi menjadi kunci kesejahteraan petani lokal. Dengan beralih dari genset ke tenaga listrik, biaya pengairan lahan pertanian di Bolaang Mongondow diharapkan dapat ditekan secara signifikan sehingga margin keuntungan petani meningkat.
“Program ini diharapkan mampu menekan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan efisiensi pengairan lahan pertanian di Bolaang Mongondow,” ujar Bupati Yusra Alhabsyi dalam audiensi tersebut.
Pemerataan Akses Listrik untuk UMKM dan Keamanan Desa
Sinergi antara Pemkab Bolmong dan PLN juga diarahkan pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah daerah menginginkan distribusi energi yang lebih merata agar pelaku usaha di desa-desa memiliki daya saing yang setara dengan wilayah perkotaan.
Pemasangan ribuan lampu jalan di ratusan desa tersebut juga berfungsi sebagai langkah preventif gangguan keamanan. Lingkungan pedesaan yang terang diharapkan dapat meminimalisir risiko kriminalitas sekaligus memperpanjang jam operasional pasar-pasar tradisional atau lapak dagang warga pada malam hari.
Pihak pemerintah daerah juga meminta optimalisasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT PLN agar lebih tepat sasaran. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan pembangunan infrastruktur dasar di Bolmong berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat bawah.