MELONGUANE — Masyarakat di wilayah paling utara Sulawesi Utara dikejutkan dengan getaran gempa bumi yang terjadi pada waktu istirahat warga. Berdasarkan data teknis yang dirilis, lindu tersebut tercatat muncul pada pukul 03.45 WIB atau 04.45 WITA.
Titik Episentrum Gempa di Timur Laut Melonguane
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa pusat gempa terletak pada koordinat 6,17 Lintang Utara (LU) dan 127,00 Bujur Timur (BT). Lokasi ini berada di perairan terbuka yang berbatasan dengan wilayah laut dalam.
Pusat getaran terdeteksi berada pada jarak sekitar 243 kilometer di arah timur laut Melonguane. Meskipun kekuatannya berada di bawah magnitudo 4,0, kedalaman gempa yang mencapai 198 kilometer dikategorikan sebagai gempa bumi kedalaman menengah.
Karakteristik gempa dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer biasanya memiliki daya rusak yang lebih rendah di permukaan dibandingkan gempa dangkal, meski getarannya bisa menjangkau radius yang cukup luas.
Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan dan Korban
Hingga saat ini, situasi di Kepulauan Talaud dilaporkan tetap kondusif dan tidak ada kepanikan massa yang menonjol. Pihak berwenang belum menerima laporan resmi mengenai adanya bangunan yang retak atau roboh akibat guncangan tersebut.
Melansir dari Antara, BMKG terus memantau aktivitas seismik di sekitar Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik guna mengantisipasi kemungkinan adanya aktivitas tektonik susulan. Petugas di lapangan tetap melakukan pemantauan rutin terhadap fasilitas publik dan pemukiman warga di wilayah pesisir.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memastikan informasi melalui kanal komunikasi resmi seperti aplikasi infoBMKG atau laman media sosial terverifikasi milik instansi terkait.