AMURANG — Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Novita Violetta Maramis menyerap aspirasi warga Desa Raraatean terkait kerusakan jalan dan layanan BPJS Kesehatan, Minggu (3/4/2026). Kegiatan reses masa persidangan kedua Tahun Sidang 2025/2026 ini menjadi ajang bagi masyarakat Kecamatan Tompasobaru untuk menyampaikan keluhan infrastruktur yang menghambat aktivitas ekonomi.
Novita yang kini bertugas di Komisi III DPRD Minsel mencatat sejumlah persoalan krusial, mulai dari akses jalan pasar hingga akurasi data penerima bantuan jaminan kesehatan. Seluruh usulan warga akan dibawa ke meja legislatif melalui rapat paripurna untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Peran anggota DPRD adalah menjembatani aspirasi dan keluhan masyarakat kepada pemerintah. Itulah tujuan utama kegiatan reses ini dilaksanakan,” ungkap Novita Violetta Maramis di hadapan puluhan konstituen yang hadir.
Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Akses Pasar Pinaesaan
Kondisi infrastruktur menjadi poin utama yang disuarakan warga dalam pertemuan tersebut. Masyarakat mendesak perbaikan akses jalan yang menghubungkan Desa Raraatean, Desa Temboan, dan Desa Sion. Kerusakan paling parah dilaporkan berada di sepanjang jalur Pasar Pinaesaan yang menjadi urat nadi perekonomian lokal.
Warga menilai lubang dan kerusakan aspal di area pasar sangat mengganggu kenyamanan serta mobilitas pengangkutan hasil bumi. Selain jalur utama, usulan peningkatan jalan lingkar Desa Raraatean dari Jaga 6 menuju Jaga 3 juga mencuat. Pengembangan akses ini dinilai penting untuk mendukung perluasan pemukiman warga ke depan.
Pembangunan irigasi dan program pemberdayaan masyarakat turut melengkapi daftar usulan yang masuk. Masyarakat berharap pemerintah kabupaten tidak hanya fokus pada pusat kota, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar di wilayah pelosok Tompasobaru.
Masalah BPJS Kesehatan dan Akurasi Data PBI
Selain infrastruktur fisik, layanan kesehatan menjadi sorotan tajam. Sejumlah warga mengeluhkan status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka yang tiba-tiba nonaktif. Hal ini menjadi kendala serius saat warga membutuhkan penanganan medis darurat namun terbentur masalah administrasi.
Masyarakat meminta adanya evaluasi terhadap program Penerima Bantuan Iuran (PBI). Mereka berharap verifikasi data dilakukan lebih ketat agar bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah benar-benar menyasar warga yang kurang mampu secara ekonomi.
“Aspirasi masyarakat telah saya dengar, dicatat, dan ditampung. Semua ini akan saya tindak lanjuti dalam rapat paripurna DPRD Minsel. Harapan saya, ada usulan yang bisa direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Novita.
Peninjauan Lokasi dan Penyerahan Bantuan Korban Kebakaran
Usai berdialog dengan warga, Novita Maramis langsung beranjak meninjau lokasi kebakaran yang menimpa keluarga Fenly Mantiri di Desa Raraatean. Kunjungan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap musibah yang dialami warga di daerah pemilihannya.
Dalam kesempatan tersebut, legislator Minsel ini menyerahkan bantuan materiil untuk meringankan beban korban. Ia memberikan penguatan moril kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal agar tetap tegar menghadapi cobaan tersebut.
“Selesai reses, saya mengunjungi warga yang terkena musibah kebakaran. Kita percaya Tuhan mengetahui setiap keadaan dan akan memelihara setiap kehidupan,” katanya menutup kunjungan lapangan tersebut.
Langkah ini menegaskan fungsi representasi anggota DPRD yang tidak hanya terbatas pada forum formal, tetapi juga aksi sosial nyata di tengah masyarakat. Seluruh dokumen aspirasi dari reses ini dijadwalkan masuk dalam laporan resmi DPRD Kabupaten Minahasa Selatan pada pekan mendatang.