Pencarian

Pemulihan Psikologis Ibu dan Balita Pasca Kecelakaan KRL Bekasi Timur

Senin, 04 Mei 2026 • 09:22:01 WIB
Pemulihan Psikologis Ibu dan Balita Pasca Kecelakaan KRL Bekasi Timur
Tim Kemendukbangga memberikan pendampingan psikologis kepada ibu dan balita korban kecelakaan KRL Bekasi Timur.

Trauma pasca kecelakaan transportasi memerlukan penanganan serius agar tidak berdampak panjang pada kesehatan mental ibu dan tumbuh kembang balita. Pemerintah melalui Kemendukbangga kini menyiapkan layanan trauma healing gratis dan bantuan nutrisi khusus bagi keluarga korban musibah KRL di Bekasi Timur.

Musibah kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) yang terjadi di Bekasi Timur menyisakan duka mendalam sekaligus tantangan pemulihan yang besar bagi para korbannya. Di balik luka fisik yang tampak, ada guncangan psikologis yang sering kali tidak terlihat namun butuh penanganan segera. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan komitmennya untuk mendampingi para korban hingga benar-benar pulih secara mental. Fokus utama saat ini memang penyembuhan fisik di rumah sakit, namun pendampingan psikologis akan segera menyusul sebagai langkah lanjutan yang krusial.

Respon Cepat Kemendukbangga bagi Ibu dan Anak

Langkah nyata diambil oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat dengan mengunjungi langsung para korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Jumat (29/04/2026). Kunjungan ini secara spesifik menyasar kelompok paling berisiko, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki balita non PAUD. Kehadiran tim ini bertujuan memastikan bahwa kebutuhan dasar dan mental mereka tetap terjaga selama masa krisis.

Menteri Wihaji menyampaikan bahwa trauma healing merupakan bagian dari kewajiban instansi yang dipimpinnya dalam menjaga ketahanan keluarga.

“Terkait penanganan korban tentu nanti kita akan tindaklanjuti kalau butuh, dalam tanda petik beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi, berkenaan dengan keluarga. Trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ. Tentu yang penting yang hari ini adalah fokus penanganan korban biar sampai selesai, kalau nanti membutuhkan trauma healing pasti kita turun, karena itu bagian dari kewajiban kita,” ungkap Menteri Wihaji pada (4/5).

Pentingnya Pendampingan Mental Pasca Trauma

Luka batin akibat kecelakaan sering kali muncul belakangan dalam bentuk kecemasan berlebih atau gangguan tidur. Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, menekankan bahwa pemulihan mental tidak kalah penting dibandingkan perawatan medis biasa. Stabilitas emosi ibu sangat berpengaruh pada kualitas ASI dan pola asuh anak di masa pemulihan.

“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa para korban. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar para korban tetap semangat dalam menjalani masa pemulihan,” ujar Dr. Dadi saat menemui keluarga korban di rumah sakit.

Kehadiran Direktur Ketahanan Keluarga, Lanjut Usia dan Rentan, bersama DPC IPeKB Kabupaten dan Kota Bekasi dalam kunjungan tersebut memperkuat sinergi pemberian dukungan moril. Mereka memastikan setiap korban mendapatkan penguatan emosional agar semangat sembuh tetap terjaga di tengah situasi sulit.

Layanan Satyagatra: Konsultasi Psikologis Gratis

Guna memfasilitasi pemulihan jangka panjang, Kemendukbangga menghadirkan layanan Satyagatra sebagai wadah dukungan psikososial. Layanan ini dirancang khusus untuk membantu keluarga yang mengalami trauma hebat akibat kejadian luar biasa. Keluarga korban kecelakaan KRL Bekasi didorong untuk memanfaatkan fasilitas ini guna mengembalikan keseimbangan mental anggota keluarga.

“Kami mengajak pula untuk langsung berkonsultasi dengan layanan yang digagas Kemendukbangga, yaitu Satyagatra, layanan ini bisa dimanfaatkan secara gratis oleh korban atau keluarga korban agar kondisi mental setelah merasakan trauma kembali pulih,” tutur Dr. Dadi menjelaskan manfaat layanan tersebut.

Pemberian bantuan tidak berhenti pada dukungan psikis. Perwakilan BKKBN Jawa Barat menyalurkan santunan dan dukungan nutrisi tambahan bagi ibu hamil serta menyusui. Langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan asupan gizi korban tetap terpenuhi selama masa perawatan di rumah sakit.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Ibu perlu waspada jika setelah kejadian kecelakaan, diri sendiri atau si kecil menunjukkan gejala trauma yang menetap. Tanda-tanda seperti anak yang mendadak sangat rewel, ketakutan melihat transportasi umum, atau ibu yang merasa hampa dan sulit berkonsentrasi adalah sinyal kuat untuk segera berkonsultasi. Jangan ragu menghubungi layanan Satyagatra atau psikolog terdekat jika perasaan cemas mulai mengganggu aktivitas harian.

Pemulihan yang menyeluruh, baik fisik maupun emosional, akan membantu keluarga kembali berdaya. Komitmen Kemendukbangga dalam trauma healing ini menjadi pengingat bahwa negara hadir untuk melindungi kelompok paling rentan dalam situasi darurat sekalipun.

Bagikan
Sumber: balipuspanews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks