MANADO — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Aneta Awuy (79), warga Lingkungan 8 Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, yang sempat dinyatakan hilang. Lansia tersebut ditemukan di area perkebunan Rambunan, Kabupaten Minahasa, setelah pencarian intensif selama lima hari.
Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (4/5/2026) pagi oleh tim yang melakukan penyisiran sejak pukul 06.50 WITA. Penemuan ini mengakhiri kekhawatiran keluarga setelah korban tidak kunjung pulang sejak keluar rumah pada Rabu pekan lalu.
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa setelah ditemukan, korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi fisik lansia tersebut stabil setelah bertahan di area perkebunan dalam waktu cukup lama.
"Korban segera dievakuasi ke RS Siloam Sonder untuk mendapatkan penanganan medis," kata Nuriadin Gumeleng di Manado, Senin.
Operasi pencarian pada hari kelima dimulai dengan briefing rencana operasi untuk menentukan titik koordinat penyisiran. Tim gabungan menyisir area perkebunan Rambunan yang memiliki medan cukup menantang bagi lansia seusia Aneta.
Tepat pada pukul 07.30 WITA, personel SAR menemukan korban di lokasi yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kediamannya. Proses evakuasi berlangsung cepat, hingga pada pukul 07.50 WITA, korban sudah tiba di RS Siloam Sonder untuk penanganan darurat.
Keberhasilan operasi ini didukung oleh penggunaan teknologi Drone UAV Thermal untuk mendeteksi suhu tubuh di area vegetasi rapat. Selain itu, tim dilengkapi dengan rescue truck, peralatan komunikasi, serta perlengkapan medis standar operasi penyelamatan.
Kejadian bermula saat Aneta Awuy meninggalkan rumah pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, korban diketahui berjalan menuju arah perkebunan Zanuriri, namun tidak kunjung kembali hingga keesokan harinya.
Upaya pencarian mandiri oleh pihak keluarga bersama masyarakat setempat pada Kamis pagi tidak membuahkan hasil. Lurah Lahendong kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Manado pada pukul 09.35 WITA guna meminta bantuan bantuan tenaga ahli.
Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado langsung mengerahkan Tim Rescue beranggotakan 10 personel. Operasi ini melibatkan sinergi berbagai unsur, termasuk PMI Tomohon, RAPI Minahasa, Sarkom Minahasa, KPA Vulkano Tomohon, serta pemerintah dan warga setempat.
Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini. Menurutnya, koordinasi yang solid antarorganisasi menjadi kunci ditemukannya korban dalam keadaan selamat.
"Kami apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi dalam operasi ini, sehingga korban dapat ditemukan dengan selamat," ujar George Mercy Randang.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing setelah memastikan korban mendapatkan perawatan medis yang memadai di rumah sakit.