Anik Selvanus Dorong UMKM Sulawesi Utara Jadi Pilar Pengentas Kemiskinan

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 04:30:09 WIB
Ketua TP-PKK Sulawesi Utara Anik Selvanus membuka sosialisasi penguatan UMKM perempuan di Manado.

Ketua TP-PKK Sulawesi Utara Anik Selvanus mendorong penguatan UMKM perempuan sebagai instrumen strategis pengentasan kemiskinan di daerah tersebut. Langkah ini ditegaskan dalam sosialisasi penguatan usaha produktif yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Utara pada Kamis (30/4/2026) guna memperkokoh ketahanan ekonomi keluarga.

MANADO — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, menegaskan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki posisi krusial di daerah. Sektor ini bukan sekadar unit usaha kecil, melainkan pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Sosialisasi Penguatan UMKM yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat FJ Tumbelaka, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (30/4/2026).

Anik menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam sektor usaha produktif rumah tangga kini telah mengalami pergeseran peran yang signifikan. Perempuan tidak lagi hanya menjadi penopang tambahan, melainkan motor penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Produktif

Dalam arahannya, Anik Selvanus menggarisbawahi bahwa kemandirian ekonomi perempuan berdampak langsung pada kualitas hidup keluarga di Sulawesi Utara. Potensi perempuan sebagai subjek ekonomi harus terus diasah agar mampu menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin kompleks.

“Perempuan memiliki peran ganda yang sangat strategis. Selain menjaga keharmonisan keluarga, perempuan juga mampu menjadi subjek ekonomi yang mandiri dan produktif,” ujar Anik di hadapan para peserta sosialisasi.

Ia menjelaskan bahwa penguatan UMKM di era sekarang tidak boleh lagi hanya bergantung pada ketersediaan modal semata. Faktor internal seperti konsistensi kualitas produk dan kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan usaha menjadi fondasi yang menentukan apakah sebuah usaha kecil dapat bertahan atau justru gulung tikar.

Digitalisasi dan Adaptasi Pasar Global

Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi, Anik mendorong para pelaku UMKM perempuan di Sulawesi Utara untuk segera bermigrasi ke ekosistem digital. Pemanfaatan platform marketplace dan media sosial dinilai menjadi solusi paling efektif untuk memutus rantai pemasaran yang panjang dan memperluas jangkauan konsumen.

Langkah digitalisasi ini dianggap strategis untuk meningkatkan nilai jual produk lokal agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah. Kemampuan membaca peluang pasar dan tren konsumen menjadi kompetensi yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha kecil di Bumi Nyiur Melambai.

Selain aspek pemasaran, Anik menyoroti pentingnya legalitas usaha sebagai jaminan keberlanjutan bisnis. Hal ini mencakup pengurusan sertifikasi halal, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga penguatan identitas merek atau branding yang kuat untuk setiap produk yang dihasilkan.

Sinergi Organisasi Perempuan Perkuat Ketahanan Daerah

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Tenaga Ahli Gubernur, jajaran pengurus TP-PKK Sulawesi Utara, hingga perwakilan Dharma Wanita Persatuan. Hadir pula unsur dari Persit Kartika Chandra Kirana 131/Santiago serta perwakilan organisasi perempuan dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.

Pertemuan lintas organisasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dalam mendampingi pelaku UMKM di tingkat akar rumput. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pemberdayaan ekonomi perempuan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi secara nasional dan daerah.

Melalui penguatan kapasitas ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis akan lahir lebih banyak keluarga yang mandiri dan tangguh secara ekonomi. Fokus pada UMKM perempuan diharapkan menjadi solusi konkret dalam menekan angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor domestik.

Reporter: Redaksi
Back to top