MANADO — Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandara Miangas pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Setibanya di pulau paling utara Indonesia tersebut, Kepala Negara langsung menyapa masyarakat setempat yang telah menunggu di area bandara untuk bersalaman dan melakukan swafoto bersama.
Kunjungan ini dilakukan sesaat setelah Presiden menyelesaikan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina, yang berlangsung pada 6-8 Mei 2026. Di Miangas, Presiden Prabowo menyempatkan diri berdialog singkat dengan warga yang bermukim di wilayah perbatasan tersebut.
Agenda kunjungan ke wilayah terluar ini menjadi prioritas untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan pelayanan publik di titik nol kilometer utara Indonesia. Kehadiran Presiden di pulau yang berada di tengah Laut Sulawesi ini mendapat pengawalan berlapis dari tim pengamanan VVIP.
Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan sesuai prosedur tetap. Sebelum kedatangan Presiden, pihak TNI telah menggelar apel gelar pasukan yang melibatkan unsur gabungan dari TNI dan Polri untuk menjamin sterilitas lokasi.
Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak lengah dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah perbatasan. Pengecekan mencakup kesiapan personel, materiil, hingga sarana pendukung lainnya di lapangan.
"Danrem meminta semua jajaran personel, materiil, dan sarana pendukung pengamanan guna memastikan seluruh unsur agar siap melaksanakan tugas sesuai prosedur yang telah ditetapkan," tulis keterangan resmi Korem 131/Santiago.
Pengamanan di Pulau Miangas memiliki tantangan geografis tersendiri karena letaknya yang sangat terpencil dari ibu kota provinsi. Secara administratif, pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, namun posisinya jauh lebih dekat dengan negara tetangga.
Perjalanan laut dari Miangas menuju Manado membutuhkan waktu sekitar satu hari satu malam. Sebaliknya, akses menuju wilayah Filipina hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 4 jam. Kondisi geografis yang strategis ini membuat jaminan keamanan di wilayah perbatasan menjadi prioritas utama TNI selama kegiatan kepresidenan berlangsung.