KOTAMOBAGU — Perayaan Hari Paskah Minggu (5/4/2026) dijadikan momentum oleh Pemkot Kotamobagu untuk menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama. Kedua pemimpin kota menyoroti bahwa makna spiritual perayaan harus berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan pembangunan daerah yang inklusif.
Wali Kota Weny Gaib menyatakan bahwa momentum Paskah melampaui dimensi keagamaan semata. Ia mengingatkan bahwa kebangkitan Kristus harus menginspirasi masyarakat untuk senantiasa menebarkan kasih dan memperkuat ikatan persaudaraan di tengah keberagaman kota.
"Selamat merayakan Hari Paskah. Kiranya makna kebangkitan Yesus Kristus dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk terus menebarkan kasih, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman," ujar Weny Gaib.
Weny menegaskan bahwa toleransi antarumat beragama bukan sekadar aspirasi, melainkan fondasi konkret dalam menjaga stabilitas dan kedamaian daerah. Pesan ini dipandang krusial mengingat Kotamobagu adalah kota dengan komposisi agama yang heterogen.
Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat melihat perayaan Paskah sebagai peluang untuk membangun semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Menurutnya, persatuan lintas agama bukan hanya nilai abstrak, melainkan kekuatan praktis yang mendorong pembangunan daerah berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Rendy menggarisbawahi bahwa kerukunan antarumat harus terus dijaga agar proses pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan sosial berjalan tanpa hambatan. Kolaborasi lintas agama, menurut Rendy, memungkinkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan komunitas lokal.
Melalui pesan Paskah ini, Pemerintah Kota Kotamobagu berkomitmen menjaga semangat persaudaraan lintas agama sebagai prasyarat bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Kedua pejabat mengajak seluruh warga, tanpa memandang agama, untuk bersama-sama menjaga stabilitas sosial dan berkontribusi pada kemajuan bersama.