MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengambil sumpah jabatan Tahlis Gallang sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Utara. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Mapalus Kantor Gubernur ini menjadi momentum krusial bagi stabilitas tata kelola pemerintahan daerah.
Penunjukan Tahlis Gallang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 41/TPA Tahun 2026 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya. Gubernur menegaskan bahwa pemilihan figur ini telah melalui pertimbangan matang sesuai prinsip profesionalisme birokrasi.
Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menyebut posisi Sekda sebagai "panglima birokrasi" yang memegang kendali operasional roda pemerintahan. Tahlis dinilai sebagai sosok yang tepat untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemprov.
"Penunjukan ini didasarkan pada prinsip the right man in the right place," ujar Yulius di hadapan jajaran pejabat yang hadir.
Gubernur menekankan bahwa Sekda harus mampu menjadi penghubung yang efektif antara visi pimpinan daerah dengan eksekusi kebijakan di lapangan. Integritas dan komitmen pada kepentingan masyarakat luas menjadi syarat mutlak dalam menjalankan tugas tersebut.
Profil Tahlis Gallang dinilai sebagai fenomena langka dalam jagat birokrasi Sulawesi Utara. Sebelum menjabat di tingkat provinsi, alumni IPDN Angkatan V tahun 1997 ini tercatat pernah menduduki kursi Sekda di tiga wilayah berbeda.
Karier kepemimpinan teritorialnya dimulai sebagai Sekda di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, kemudian berlanjut ke Kota Kotamobagu, dan terakhir di Kabupaten Bolaang Mongondow. Pengalaman lintas daerah ini dianggap memberikan perspektif komprehensif, terutama dalam bidang ekonomi dan administrasi wilayah.
Yulius Selvanus menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah dan ASN untuk memberikan dukungan penuh kepada Sekda yang baru dilantik. Ia meminta agar sekat-sekat birokrasi dan ego sektoral segera ditinggalkan demi percepatan pembangunan daerah.
Birokrasi di Sulawesi Utara kini dituntut untuk lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata. Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintahan memiliki mentalitas solutif dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Dengan pelantikan ini, struktur kepemimpinan di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kini menjadi definitif. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kinerja pemerintahan yang lebih solid dan optimal dalam melayani masyarakat.