Hutama Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara

Penulis: Aditya Nugraha  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 12:25:57 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara dikebut PT Hutama Karya untuk mendukung akses pendidikan.

MANADO — PT Hutama Karya (Persero) menggeber pembangunan Sekolah Rakyat (SR) secara serentak di empat provinsi guna mengejar target operasional pada tahun ajaran baru mendatang. Penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis ini menempatkan BUMN konstruksi tersebut sebagai pengendali percepatan lintas wilayah.

Proyek ini merupakan bagian dari agenda strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan formal secara maksimal. Fokus pembangunan tersebar di Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. Kehadiran infrastruktur ini menjadi langkah nyata negara dalam memeratakan kualitas sumber daya manusia hingga ke pelosok daerah.

Fokus Pembangunan di Halmahera Barat dan Halmahera Utara

Di wilayah Maluku Utara, Hutama Karya memusatkan pengerjaan pada dua titik utama, yaitu Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara. Lokasi ini dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak akan fasilitas pendidikan yang representatif dan terintegrasi di wilayah kepulauan.

Setiap kawasan Sekolah Rakyat tidak hanya terdiri dari ruang kelas. Fasilitas yang dibangun mencakup asrama siswa, rumah susun untuk guru, masjid, gedung serbaguna, hingga kantin dan gudang. Pendekatan ini bertujuan agar ekosistem belajar-mengajar dapat berjalan mandiri dan fungsional sejak hari pertama digunakan.

Hutama Karya menerapkan pola eksekusi serempak untuk memastikan kesetaraan standar mutu di seluruh lokasi. Meskipun karakter geografis di Maluku Utara berbeda dengan proyek di DKI Jakarta atau Banten, perusahaan berkomitmen menjaga kualitas material dan ketepatan pengendalian lapangan secara ketat.

Strategi Percepatan dan Koordinasi Lintas Wilayah

Mengingat tenggat waktu yang berdekatan dengan tahun ajaran baru, perusahaan menjalankan pekerjaan secara paralel. Sinkronisasi tahapan kerja dan mobilisasi sumber daya dilakukan secara terpadu untuk menghindari keterlambatan di salah satu titik proyek.

"Tantangan utama bukan hanya membangun di banyak titik sekaligus, melainkan memastikan seluruh lokasi bergerak dalam standar mutu dan target fungsi yang sama agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," ujar Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani.

Beliau menambahkan bahwa proyek di empat provinsi ini mencerminkan kesiapan perusahaan dalam menangani percepatan pembangunan yang tersebar namun tetap terukur. Penguatan pengawasan dilakukan di setiap lini agar percepatan konstruksi tidak mengorbankan aspek keselamatan kerja maupun kualitas bangunan jangka panjang.

Dampak Luas bagi Pemerataan Pendidikan Nasional

Selain di Maluku Utara, sebaran proyek ini menyasar Kabupaten Pandeglang dan Lebak di Banten, serta wilayah perkotaan padat di DKI Jakarta. Di Sulawesi Barat, pembangunan difokuskan pada Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar. Total luasan dan lingkup pekerjaan yang masif ini menuntut kelincahan operasional di lapangan.

Skema kolaborasi operasi diterapkan di beberapa wilayah untuk menjaga ritme pengerjaan. Langkah ini diambil agar fasilitas penunjang kawasan, seperti infrastruktur jalan akses dan sanitasi, siap mendukung operasional sekolah secara penuh. Hutama Karya memandang proyek ini melampaui sekadar pembangunan fisik gedung.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak di daerah yang selama ini terkendala akses geografis maupun fasilitas. Dengan infrastruktur yang lengkap, para guru dan siswa diharapkan mendapatkan lingkungan belajar yang lebih layak dan kondusif guna mencetak generasi unggul di masa depan.

Reporter: Aditya Nugraha
Back to top