SULAWESI UTARA — Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa proses rekrutmen berjalan sesuai kebutuhan teknis yang diajukan pelatih kepala. "Kehadiran Zlatko Runje merupakan rekomendasi dari pelatih kepala, Igor Tolic, yang tentunya memahami kebutuhan tim secara teknis," jelas Adhitia dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026). Manajemen disebut telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi dan rekam jejak Runje sebelum meneken kontrak.
Bukan Sekadar Pelatih Kiper, Runje Punya Lisensi UEFA Level Atas
Runje bukan nama baru di dunia kepelatihan. Mantan penjaga gawang ini mengantongi UEFA A Coaching Licence dan UEFA A Goalkeeping Coaching Licence. Dua sertifikasi itu menjadi modal utama saat ia memulai karier di akademi Hajduk Split, menangani kelompok usia U-17 dan U-19, sebelum naik ke tim utama pada 2020.
Setelah meninggalkan Kroasia, pria kelahiran Sinj, 9 Desember 1979 itu, merambah kompetisi internasional. Ia pernah menjadi pelatih kiper di Wadi Degla SC (Mesir) pada 2022 dan FC Sheriff Tiraspol (Moldova) pada 2024. Teranyar, pada musim 2025/2026, Runje menjabat asisten pelatih FC Ballkani, klub papan atas Kosovo yang rutin berlaga di kompetisi Eropa.
Kolaborasi Tolic-Runje Jadi Fondasi Daya Saing di Asia
Adhitia menekankan bahwa penunjukan Runje bukan hanya untuk melengkapi staf, melainkan bagian dari strategi jangka panjang. "Kami percaya, kolaborasi yang solid antara pelatih kepala, para asisten pelatih, dan seluruh staf akan menjadi fondasi penting bagi Persib dalam menjaga konsistensi prestasi sekaligus terus meningkatkan daya saing di level Asia," ujarnya.
Manajemen berharap pengalaman lintas negara yang dimiliki Runje mampu memperkaya metode latihan dan pengembangan performa skuad Pangeran Biru. "Kami menyambut kehadiran Zlatko Runje dengan penuh antusiasme dan harapan. Semoga pengalaman, pengetahuan, serta semangat yang dibawa dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan tim," pungkas Adhitia.
Dengan rampungnya struktur kepelatihan ini, Persib dipastikan mulai fokus pada persiapan menghadapi musim depan, termasuk rencana membangun daya saing di kompetisi Asia.