Pencarian

Darma Henwa (DEWA) Raih Kontrak Tambang Rp 22 Triliun di Pulau Laut, Garap 5 Juta Ton Batu Bara Per Tahun

Rabu, 01 Juli 2026 • 14:21:31 WIB
Darma Henwa (DEWA) Raih Kontrak Tambang Rp 22 Triliun di Pulau Laut, Garap 5 Juta Ton Batu Bara Per Tahun
Darma Henwa resmi garap proyek tambang batu bara senilai Rp 22 triliun di Pulau Laut.

SULAWESI UTARA — Proyek raksasa ini akan dikerjakan oleh anak usaha DEWA, PT DH Kontraktama Batubara (DHKB), yang 99,9 persen sahamnya dimiliki oleh induk perusahaan. Perjanjian kerja sama dengan SSC diteken pada 29 Juni 2026, menjadikan DHKB sebagai kontraktor eksklusif untuk area tambang Pit SSC.

Direktur DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan bahwa aktivitas penambangan akan berlangsung selama lima tahun atau hingga masa izin konsesi berakhir. "Jangka waktu pelaksanaan proyek adalah selama 5 (lima) tahun atau hingga berakhirnya izin konsesi," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/7).

Skala pekerjaannya sangat besar. Setiap tahun, DHKB ditargetkan mengupas lapisan penutup (waste removal) hingga 55 juta bank cubic meter (bcm) dan memproduksi batu bara sebanyak 5 juta ton. Ruang lingkup pekerjaan mencakup perencanaan tambang, pembukaan lahan, pengupasan tanah, pemuatan dan pengangkutan batu bara, hingga pemeliharaan jalan angkut.

Dividen Perdana: Sinyal Kuat Fundamental Perusahaan

Kabar positif lain datang dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) DEWA yang memutuskan membagikan dividen untuk Tahun Buku 2025. Ini adalah dividen perdana sejak saham DEWA tercatat di BEI. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 58,6 miliar, setara Rp 1,5 per saham.

Jumlah tersebut diambil dari 11,4 persen laba inti DEWA sebesar Rp 514,5 miliar. Sepanjang 2025, DEWA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,3 triliun — angka ini sudah termasuk one-off item dari goodwill negatif konsolidasi Gayo Mineral Resources.

Direktur DEWA, Ricardo Silaen, menegaskan bahwa pembagian dividen ini mencerminkan fundamental perusahaan yang semakin kuat. "Pembagian dividen ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah perseroan, mencerminkan fundamental perseroan yang semakin kuat sekaligus keyakinan kami terhadap prospek usaha ke depan," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).

Dengan kontrak baru senilai Rp 22 triliun dan dividen perdana di tangan, DEWA menunjukkan manuver bisnis yang agresif di tengah dinamika industri batu bara nasional. Proyek di Pulau Laut diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks