MINAHASA UTARA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi pembuka perkemahan regional pemuda dan remaja GPdI Sulawesi Utara yang digelar di Desa Pinilih, Senin. Di hadapan ribuan peserta, ia menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi pada rentang 2030 hingga 2045. Lebih dari separuh penduduk saat itu berada dalam usia produktif.
“Setiap saya hadir di acara-acara kepemudaan, berulang kali saya sampaikan bahwa tahun 2030 sampai 2045, Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi,” ujarnya.
Pesan untuk Pendeta, Gubernur, dan Bupati
Wapres Gibran secara khusus menitipkan pesan kepada para pendeta, Gubernur Sulut Yulius Selvanus, dan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda. Ia meminta agar anak-anak muda dipersiapkan dari sisi kapabilitas, kemampuan teknis, keimanan, karakter, serta rasa cinta tanah air. Tujuannya agar generasi muda Indonesia memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan global.
“Saya titip, bapak pendeta, ibu pendeta, pak gubernur dan pak bupati, sangat penting untuk anak-anak muda dapat mempersiapkan diri,” kata Wapres.
Jaga Persatuan di Tengah Kemajemukan
Wapres juga mengingatkan peserta perkemahan bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan penuh kebhinnekaan. Ia berharap nilai-nilai persatuan, perdamaian, dan toleransi terus dijaga. Ia meminta generasi muda tidak mudah terprovokasi dan tidak percaya pada kabar bohong.
“Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah, jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya kabar bohong,” tegas Gibran.
Ia menambahkan bahwa tidak ada satu negara pun yang bisa membangun dalam kondisi tidak stabil, tidak bersatu, atau terpecah-belah. Para peserta diminta saling menguatkan, saling menjaga, dan saling menopang.
Apresiasi untuk GPdI
Dalam kesempatan itu, Wapres memberikan apresiasi kepada GPdI atas peran aktifnya menjaga perdamaian dan persatuan bangsa. Ia juga berterima kasih karena gereja turut mendorong pembangunan karakter generasi muda melalui kegiatan seperti perkemahan ini.
Acara pembukaan dihadiri pengurus GPdI pusat dan daerah, Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Forkopimda, serta peserta dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.