SULAWESI UTARA — Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh, menyatakan partainya akan segera memanggil Norbertus Tubani untuk dimintai klarifikasi. Proses tabayun ini menjadi langkah awal sebelum menjatuhkan sanksi disiplin.
"Kami sangat menyayangkan tindakan biadab seperti itu, siapa pun pelakunya. Tidak ada ruang bagi tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan," tegas Ninik kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Kronologi Dugaan Intimidasi Berbau Alkohol
Insiden bermula pada Sabtu (13/6) malam. Dua anggota DPRD TTU, Norbertus Tubani (PKB) dan Therensius Lazakar (Golkar), mendatangi IGD RS Leona, Kefamenanu. Keduanya mempertanyakan penanganan terhadap seorang pasien anak korban gigitan ular hijau yang merupakan keponakan Therensius. Pasien tersebut sebelumnya dirujuk dari RSUD Kefamenanu.
Sejumlah saksi di lokasi menyebut kedua anggota dewan itu datang dalam kondisi berbau alkohol dan berbicara dengan nada tinggi kepada dr Icha yang sedang bertugas. Peristiwa itu diduga meninggalkan trauma mendalam bagi dr Icha. Ia kemudian menjalani perawatan intensif akibat tekanan psikologis.
Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
dr Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan medis karena tekanan psikologis usai diduga diintimidasi oleh kedua anggota DPRD tersebut.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan aman, tanpa tekanan maupun intimidasi. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," ujar Ninik.
Sanksi Partai dan Proses Hukum
Menurut Ninik, jika dugaan terbukti, tindakan Norbertus Tubani tidak hanya mencederai etika sebagai pejabat publik, tetapi juga melanggar disiplin partai. PKB memastikan akan memberikan sanksi disiplin, mulai dari teguran hingga pemecatan.
"Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayun. Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Partai Golkar terkait keterlibatan kadernya, Therensius Lazakar. Sementara itu, polisi dikabarkan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan adanya unsur pidana dalam peristiwa yang menewaskan dr Icha.