SULAWESI UTARA — Hyundai bersiap menambah jajaran mobil listrik di Indonesia lewat Ioniq 3, model hatchback yang akan debut di GIIAS 2026. Berbeda dengan Ioniq 5 dan Ioniq 6 yang sudah lebih dulu hadir, Ioniq 3 diposisikan sebagai model paling ringkas di keluarga Ioniq. Langkah ini menjadi strategi Hyundai untuk merespons permintaan pasar terhadap mobil listrik yang lebih terjangkau.
Mobil ini pertama kali diperkenalkan ke publik global pada Maret hingga April lalu. Jika dilihat dari dimensinya, Ioniq 3 jelas lebih kecil ketimbang Ioniq 9 yang berukuran bongsor. Namun dari segi desain, hatchback ini justru menampilkan kesan layaknya SUV kompak, mengikuti tren yang juga diadopsi MG 4 EV di segmen yang sama.
Hyanti mengusung bahasa desain Art of Steel pada Ioniq 3, dipadukan lampu Parametric Pixel dan bodi Aero Hatch. Hasilnya, koefisien drag mobil ini diklaim paling rendah di kelasnya, yakni 0,263. Keseimbangan antara aerodinamika dan ruang kabin disebut tetap dijaga agar pengguna tetap nyaman saat melaju kencang.
Di dalam, lantai datar atau flat floor membuat kabin terasa lebih lega untuk lima penumpang. Kapasitas bagasi mencapai 441 liter, termasuk kompartemen Megabox di bawah lantai. Untuk ukuran hatchback, ruang penyimpanan ini tergolong luas dan siap menampung banyak barang bawaan.
Ioniq 3 dibekali paket keselamatan Hyundai SmartSense yang mencakup blind-spot view monitor, remote smart parking assist, hingga highway driving assist 2. Sistem infotainment menggunakan Pleos Connect yang berbasis Android Automotive OS, memungkinkan akses ke berbagai aplikasi dan fitur tambahan.
Pertanyaan kini muncul: akankah semua fitur ini dipertahankan untuk pasar Indonesia? Sebab, tidak jarang pabrikan mengurangi kelengkapan demi menekan harga jual. Apalagi, Ioniq 3 rencananya diproduksi di pabrik Hyundai di Turki, bukan dirakit lokal seperti Ioniq 5 dan Kona EV yang sudah dirakit di Indonesia.
Jika didatangkan secara utuh dari Turki, harga Ioniq 3 berpotensi lebih mahal ketimbang harga aslinya. Namun, Hyundai masih punya waktu untuk memutuskan apakah model ini bisa dirakit di dalam negeri atau tidak. Keputusan itu akan sangat memengaruhi daya saingnya di pasar.
Di segmen hatchback listrik, Ioniq 3 akan menghadapi persaingan ketat. Beberapa rival yang sudah menanti antara lain Geely EX2, yang menjadi salah satu BEV terlaris di China tahun lalu, dan BYD Atto 1 yang memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia pada tahun yang sama. Belum lagi Chery Q yang dikabarkan akan memulai penjualannya di GIIAS 2026. Meski lawan tak sedikit, Hyundai optimistis Ioniq 3 bisa diterima pasar Tanah Air.