SULAWESI UTARA — Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, buka suara terkait situasi ini. Ia menegaskan bahwa sanksi FIFA tidak menghalangi proses negoisasi dan penandatanganan kontrak dengan pemain baru. Yang diblokir adalah proses registrasi pemain ke dalam sistem federasi.
Menurut Adhitia, sistem pendaftaran pemain untuk musim depan baru akan dibuka pada Juli mendatang. Artinya, meski sanksi ini dicabut besok, Persib tetap tidak bisa mendaftarkan pemain sebelum jendela transfer resmi dibuka.
“Jadi, meskipun kasus ini diselesaikan lebih cepat, tidak akan berdampak pada sistem karena memang sistemnya belum dibuka,” jelas Adhitia di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (29/6/2026).
Adhitia menambahkan, sistem registrasi bersifat real-time. Begitu persoalan administrasi selesai dan dokumen diproses, akses pendaftaran akan langsung terbuka. Karena itu, Persib akan terus bergerak merekrut pemain sambil merampungkan administrasi sengketa dengan Daisuke Sato.
“Yang perlu dipahami, dengan adanya transfer ban tersebut, yang belum bisa dilakukan adalah mendaftarkan pemain ke dalam sistem,” ujar Adhitia.
Ia meminta Bobotoh tidak khawatir dengan situasi ini. Semua persiapan untuk musim depan, menurutnya, berjalan sesuai rencana dan tidak akan terhambat sanksi FIFA.
“Yang ingin kami yakinkan kepada Bobotoh adalah tidak perlu khawatir. Persib sudah bekerja dan apa pun yang kami siapkan untuk musim depan tidak akan terganggu oleh sanksi transfer ban tersebut. Itu kami jamin,” tegasnya optimistis.
Sanksi larangan mendaftarkan pemain baru dijatuhkan FIFA pada 29 Mei 2026. Hukuman ini buntut dari sengketa penyelesaian pemutusan kontrak dengan pemain asal Filipina, Daisuke Sato. Persib diwajibkan membayar kompensasi sekitar Rp3 miliar.
Dengan perekrutan Gabriel Mutumbo Kupa, Persib menunjukkan bahwa proses negosiasi dan pembangunan tim tetap berjalan. Kepastian registrasi pemain baru akan bergantung pada penyelesaian kasus Sato dan pembukaan jendela transfer Juli mendatang.