MANADO — PHEV menawarkan dua mode berkendara yang bisa dipilih pengemudi sesuai kebutuhan. Mode listrik cocok untuk perjalanan pendek di dalam kota seperti Manado atau Bitung, sementara mesin bensin siap diandalkan saat melintasi jalur antar-kabupaten seperti Manado ke Kotamobagu atau Tomohon.
Keunggulan utama PHEV terletak pada efisiensi biaya harian. Saat menggunakan mode listrik, pengemudi bisa menghemat pengeluaran bahan bakar secara signifikan, terutama untuk rute padat lalu lintas perkotaan.
Sementara itu, mesin bensin memberikan fleksibilitas jangkauan yang lebih luas. Pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya baterai saat bepergian ke daerah yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik memadai, seperti Minahasa Selatan atau Kepulauan Sangihe.
Sistem PHEV bekerja secara otomatis. Saat baterai masih penuh, kendaraan akan berjalan menggunakan tenaga listrik. Ketika daya baterai mulai menipis, mesin bensin akan aktif secara otomatis untuk memberikan tenaga tambahan dan memperpanjang jarak tempuh.
Kombinasi ini memberikan kenyamanan berkendara yang halus dan senyap saat mode listrik, namun tetap bertenaga saat mesin bensin bekerja. Pengemudi juga bisa mengisi ulang baterai melalui colokan listrik di rumah atau stasiun pengisian umum.
Kondisi geografis Sulawesi Utara yang berbukit dan memiliki jalur menanjak seperti di daerah Tomohon dan Minahasa menjadi tantangan tersendiri. Namun, PHEV dirancang untuk tetap efisien di berbagai medan karena sistem hybrid secara cerdas mengatur distribusi tenaga antara motor listrik dan mesin bensin.
Untuk perjalanan harian di kota dengan kemacetan, mode listrik menjadi andalan. Sedangkan untuk perjalanan akhir pekan ke destinasi wisata seperti Bunaken atau Danau Tondano, mesin bensin memastikan jangkauan tidak terbatas.
Meski angka pasti tergantung pada kebiasaan mengemudi dan frekuensi pengisian daya, penggunaan mode listrik secara konsisten untuk rute pendek bisa memangkas biaya bahan bakar hingga setengahnya dibandingkan kendaraan konvensional. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pengemudi yang setiap hari beraktivitas di pusat kota.
Ke depannya, pemerintah daerah diharapkan bisa mendorong penggunaan kendaraan listrik dan hybrid dengan menyediakan insentif atau infrastruktur pengisian daya yang lebih merata di Sulawesi Utara.
PHEV memiliki dua sumber tenaga: baterai listrik dan mesin bensin. Mobil listrik murni hanya mengandalkan baterai dan memerlukan stasiun pengisian daya untuk perjalanan jauh.
Ya, baterai PHEV bisa diisi menggunakan colokan listrik rumah tangga biasa, meskipun waktu pengisian lebih lama dibandingkan stasiun pengisian cepat.
Jarak tempuh mode listrik bervariasi tergantung model kendaraan, umumnya berkisar antara 40 hingga 60 kilometer per pengisian penuh, cukup untuk mobilitas harian di dalam kota.