TONDAKO — Dukungan ratusan pendukung yang memadati Gedung Wale Ne Tou ikut mengangkat penampilan Dyvaio Stevanno Welong di malam puncak ajang Waraney Wulan Minahasa 2026. Sorakan keluarga, sahabat, dan kerabat terus mengiringi setiap aksi putra pasangan Marco Welong dan Priska Korompis itu di atas panggung.
Dukungan tersebut berbuah hasil. Dyvaio membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni Juara Harapan 3 Waraney Minahasa dan Waraney Minahasa Kebudayaan.
Dua Gelar dari Satu Malam Final
Gelar Waraney Minahasa Kebudayaan menjadi penanda penilaian juri terhadap pemahaman dan penyajian nilai budaya lokal. Sementara posisi Juara Harapan 3 menempatkan Dyvaio di jajaran finalis terbaik dari seluruh peserta yang lolos ke babak puncak.
Prestasi itu disebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dyvaio. Capaian tersebut juga membuka kesempatan baginya untuk berkontribusi mempromosikan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kabupaten Minahasa.
Peran sebagai Duta Kebudayaan Daerah
Bersama seluruh finalis Waraney Wulan Minahasa 2026, Dyvaio diharapkan mengambil peran sebagai duta kebudayaan serta pelopor pariwisata daerah. Tugas itu terutama memperkenalkan identitas dan kearifan lokal Minahasa kepada masyarakat luas.
Harapan tersebut sejalan dengan posisi ajang Waraney Wulan sebagai wadah bagi generasi muda Minahasa untuk tampil sekaligus menjaga warisan budaya.
"Terima kasih atas semua dukungan kepada saya. Tentu ke depan, tugas dan tanggung jawab akan kami jalankan bersama seluruh keluarga Ikatan Waraney Wulan Minahasa," ungkap Dyvaio.
Langkah Awal bagi Generasi Muda Minahasa
Raihan dua penghargaan menjadi modal awal bagi Dyvaio untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah. Semangat generasi muda dalam menjaga serta mempromosikan kebudayaan Minahasa menjadi bagian dari pesan yang dibawa para finalis.
Bagi Dyvaio, malam final di Tondano bukan akhir perjalanan. Penghargaan yang diterima menjadi pijakan untuk menjalankan peran sebagai duta budaya dan pariwisata Kabupaten Minahasa ke depan.