SULAWESI UTARA — Marc Marquez finis kedua di Sprint Race MotoGP Malaysia dan kini mengoleksi 374 poin, unggul 19 angka atas Jorge Martin di puncak klasemen. Hasil di Sirkuit Sepang memperlebar jarak keduanya setelah Martin absen dari seluruh rangkaian balapan akhir pekan.
Pedro Acosta memenangi Sprint Race MotoGP Malaysia yang berlangsung dramatis di Sirkuit Sepang. Pebalap KTM itu menuntaskan 10 lap dengan keunggulan 0,578 detik atas Marc Marquez yang finis di posisi kedua.
Bagi Marquez, tambahan sembilan poin dari Sprint Race membuat koleksinya naik menjadi 374 poin. Angka itu menempatkan pebalap Ducati tersebut semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2026.
Balapan sprint berjalan penuh drama sejak lap awal. Alex Marquez yang memulai dari pole position terjatuh pada lap ketiga ketika sedang memimpin rombongan.
Ai Ogura lantas mengambil alih posisi terdepan. Namun Acosta bergerak agresif dan menyalip Ogura dengan tiga lap tersisa, lalu menjaga ritme hingga garis finis.
Marquez memanfaatkan situasi tersebut untuk mengamankan posisi kedua. Ia tidak memaksakan diri mengejar Acosta dan memilih finis aman demi tambahan poin maksimal.
Jorge Martin tidak mendapatkan tambahan poin sama sekali setelah mundur dari rangkaian MotoGP Malaysia 2026. Pesaing terdekat Marquez itu tetap di posisi kedua dengan 355 poin.
Selisih keduanya kini melebar dari sebelumnya menjadi 19 poin. Marco Bezzecchi melengkapi tiga besar dengan 322 poin, tertinggal 52 angka dari Marquez.
Acosta mendapat 12 poin berkat kemenangan sprint dan kini mengumpulkan 275 poin di posisi keempat. Kemenangan itu menjaga peluangnya bersaing di kelompok atas klasemen.
MotoGP Malaysia masih menyisakan balapan utama pada Minggu (1/11). Marquez berpeluang memperlebar keunggulan, sementara Martin wajib tampil maksimal agar peluang juara dunianya tidak semakin tipis.
Martin juga harus berharap para rival di depan gagal meraih poin besar. Dengan selisih 19 poin dan balapan tersisa, perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 masih terbuka lebar.
Bagi Marquez, konsistensi finis di posisi atas menjadi kunci. Sprint Race di Sepang menunjukkan ia mampu mengelola risiko tanpa kehilangan poin penting.