SULAWESI UTARA — Kementerian Pariwisata mengembangkan pendekatan Tourism 5.0 untuk mempermudah perencanaan liburan di Indonesia melalui ekosistem digital terintegrasi. Portal indonesia.travel mencatat 1.585.518 kunjungan sepanjang Desember 2025 hingga Agustus 2026, dengan Jepang, Singapura, dan Malaysia sebagai penyumbang trafik organik terbesar. Asisten perjalanan berbasis kecerdasan artifisial MaiA+ turut melengkapi portal tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan pendekatan Tourism 5.0 dikembangkan agar setiap tahapan perjalanan wisatawan bisa diakses secara lancar, efisien, dan transparan. Transformasi digital ini diposisikan sebagai upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih cerdas sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata nasional berkelanjutan.
Melalui indonesia.travel, wisatawan bisa menemukan panduan destinasi unggulan, rekomendasi tempat menginap, kuliner, hingga promosi acara di berbagai daerah. Portal promosi resmi ini menjadi rujukan awal sebelum traveler menyusun itinerary.
Data Kemenpar menunjukkan tiga negara penyumbang trafik organik terbesar sepanjang Desember 2025–Agustus 2026 adalah Jepang, Singapura, dan Malaysia. Angka ini memberi gambaran bahwa pasar Asia Timur dan Asia Tenggara masih menjadi penopang utama kunjungan digital ke portal pariwisata Indonesia.
Portal indonesia.travel dilengkapi asisten perjalanan berbasis kecerdasan artifisial bernama MaiA+. Fitur "Plan Your Trip" mencatat 7.036 interaksi selama periode yang sama, terdiri dari 4.591 interaksi personalisasikan perjalananmu dan 2.445 interaksi buat rencanamu sendiri.
Sementara itu, MaiA Travel Companion mencatat 35.536 klik interaksi. Bagi traveler yang baru pertama kali menyusun rencana perjalanan keluarga atau solo, fitur ini bisa jadi titik awal untuk memetakan destinasi sesuai minat dan durasi liburan.
Kemenpar juga mengembangkan Event by Indonesia melalui event.kemenpar.go.id. Platform digital resmi ini menampilkan referensi berbagai event daerah, nasional, internasional, serta MICE yang didukung Kemenpar.
Bagi wisatawan yang gemar menyusun perjalanan mengikuti festival atau acara budaya, kanal ini membantu memastikan jadwal dan lokasi sebelum berangkat. Informasi terkini tetap dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat.
Ada pula Satu Data Pariwisata melalui satudata.kemenpar.go.id, portal yang mengintegrasikan berbagai data resmi sektor pariwisata Indonesia dan dapat diakses publik. Data ini berguna bagi traveler yang ingin membandingkan kunjungan, kapasitas, atau tren destinasi sebelum menentukan tujuan.
Dengan empat kanal digital tersebut, perencanaan liburan di Indonesia kini bisa dimulai dari layar ponsel sebelum kaki melangkah ke bandara. Wisatawan tinggal memilih kanal yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanannya.